Budaya Menjiplak

d'masiv_aerosmithBelum selesai kontroversi tentang band yang saat ini lagi naik daun yaitu d’Masiv, tentang salah satu lagunya berjudul “Dilema” yang banyak diperdebatkan karena menjiplak abis salah satu lagu dari band terkenal asal inggris yaitu Muse yang berjudul “Soldier’s Poem”, sekarang muncul lagi lagu d’Masiv lainnya (dalam album yang sama) yang berjudul “Luka ku” intro nya hampir mirip dengan salah satu lagu terkenal lainnya milik band Incubus yaitu “Drive”

Wah, kalo memang kenyataanya mereka benar-benar menyontek/menjiplak setiap lagu yang diciptakannya, bisa-bisa d’Masiv akan mendapat apresiasi yang berbanding terbalik dengan apa yang didapatkan mereka saat ini. sebuah popularitas yang berhasil dengan hanya melempar album pertama yang bisa langsung menjadi idola pecinta musik indonesia.

Budaya jiplak menjiplak memang sudah menjadi sesuatu yang bukan “diharamkan” lagi. memang tak ada fatwa yang menyatakan tentang itu. tapi, menjiplak adalah suatu pekerjaan yang merugikan orang lain. dan ini tentu bukan sesuatu yang dibenarkan. bukan hanya dalam hal musik, jiplak menjiplak adalah menyangkut seluruh elemen yang sekiranya laku untuk dijadikan bisnis yang menghasilkan.

Dalam hal ini (musik*), kontroversi tentang adanya band/penyanyi yang menjiplak karya orang lain baik dari dalam atau luar negeri, bukan satu hal yang baru lagi. Sheila On 7, Naff, dan beberapa lainnya pernah juga dikritk tentang adanya salah satu lagu mereka yang menjiplak hasik karya orang lain.

Tapi menurut saya pribadi, menjiplak dalam hal musik adalah sesuatu yang tak bisa dihindarkan. apalagi musik pop yang memang berasal dari budaya barat. otomatis pengaruh barat sangat dominan di indonesia. karena musik pop sudah jauh lebih lama berkembang disana. banyak musisi ternama pun yang terang-terangan ter-influence dari musik barat. ya memang begitulah… apalagi, nada musik hanya 12 nada. otomatis akan banyak lagu yang hampir mirip karena jumlahnya yang berjuta-juta didunia ini.

apapun bentuknya, menjiplak itu murni 100% menyamai aslinya. tapi kalo sekedar ada kemiripan 1-2 bar nada, adalah sebuah kebetulan.
Digg!

Advertisements

Slank, Gosip Jalanan

GOSIP JALANAN

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau … Kacau balau negaraku ini ..

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Itulah lirik lagu Gosip Jalanan karya Slank yang sekarang ini lagi hangat-hangatnya diperdebatkan. katanya dewan terhormat negeri ini (DPR) merasa tersinggung dengan lirik lagu tersebut dan akan menuntut Slank secara hukum. sebenernya sih basi, karena lagu tersebut sudah beredar sejak 4 tahun yang lalu. dan sebenernya masih banyak lagu Slank yang bertema serupa, tapi koq dulu adem-adem aja. kenapa baru sekarang ngurusin hal yang sebenernya nggak perlu dipermasalahkan? bukannkah masih banyak hal yang lebih penting untuk diurusin?…

Bukan tanpa alasan jika Slank mengangkat tema-tema sosial dalam lagu-lagunya, selain lagu-lagu cinta juga tentunya. karena sebagai musisi (dan hampir semua musisi) mempunyai kepekaan sosial yang tinggi, maka sangat wajar jika para musisi menyuarakan suara nurani rakyat sebagai bentuk apresiasi bermusiknya ditengah isu yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. karena dengan musik diharapkan tema-tema yang disuarakan akan lebih kena dihati dan mungkin bisa menggugah angkuhnya tembok hati kepada orang/golongan tertentu yang dikritik. para aktifis mahasiswa atau organisasi tertentu dalam melawan ketidakadilan selalu di suaraka lewat orasi-orasi atau demo. tapi biasanya berakhir rusuh, dan walaupun sampai berdarah-darah, aspirasinya tetap tak ada tanggapan.

Slank sendiri adalah satu dari segelintir musisi indonesia yang masih lantang menyuarakan realita sosial yang terjadi lewat lagu/musik. ditengah perekonomian yang carut marut, harga kebutuhan pokok yang melambung tak terkendali, kemiskinan, pengangguran, dll, Slank tetap setia menyuarakan nurani rakyat. mungkin lagu sejenis itu kurang komersil jika merunut kepada trend musik indonesia saat ini, yang seakan penuh sesak oleh band/penyanyi yang mendayu-dayu menyuarakan tema-tema cinta.

Merka seolah tertidur dan mungkin juga lelah menyikapi realita sosial, alam, dan kehidupan yang terjadi saat ini. atau memang sengaja menutup mata karena sudah merasa lelah dengan semua itu? tentu jika memang begitu keadaannya, berarti para musisi negeri ini telah kehilangan nurani dan kepekaan sosial yang seharusnya jangan sampai terjadi. tema cinta memang penting, karena semua manusia perlu akan cinta. tapi kita juga berharap akan ada dan tetap ada band/penyanyi seperti Slank yang selain bertema cinta dalam lagu-lagunya, juga tentang realita sosial, alam , kehidupan, dan bahkan religi. karena kita semua butuh hiburan (musik) ditengah kejenuhan dan kerasnya kehidupan saat ini.