Hijau Daun

Hijau Daun
Hijau Daun

Hijau Daun, band yang berasal dari Lampung, adalah nama band yang saat ini populer dan  menjadi salah satu band yang paling penomenal di industri musik Indonesia. Nama band yang unik, Hijau Daun, diambil dari filosofi Klorofill,yang menyediakan oksigen untuk hidup. berharap, band ini dapat menyediakan oksigen dalam dunia musik. Band ini membawa jenis “Pop Melayu” musik yang sedang menjadi trend baru di industri musik Indonesia. Hijau Daun terkenal dengan lagu “Suara (Ku Berharap)” pada rilis album pertama mereka “Ikuti Cahaya”. sukses dengan album ini membuat Hijau Daun mendapatkan Triple Platinum untuk penjualan RBT (Ring Back Tone) sebanyak 6 juta download.

Advertisements

Kotak, Sang “Juara” yang Masih tetap Beraksi

kotak-bandBeberapa tahun yang lalu acara-acara di TV (swasta) berlomba-lomba untuk membuat acara semacam ajang pencarian bakat penyanyi/band. mulai dari acara bertajuk AFI (Akademi Fantasi Indosiar), KDI (kontes Dangdut TPI), Indonesian Idol, hingga DreamBand. diharapkan alumni/juara dari ajang-ajang tersebut dapat menghasilkan penyanyi/band yang berkualitas.

Tetapi acara-acara sejenis itu sebenarnya “busuk”. mereka (pihak penyelenggara) tak lebih hanya mementingkan sisi bisnis nya saja daripada tujuan sebenarnya yang harusnya mampu melahirkan penyanyi/band berkuaitas dari ajang tersebut.

Terlepas dari semua itu, mungkin ada pengecualian khususnya untuk ajang Indonesian Idol, dan DreamBand. dimana para juara dari kedua ajang tersebut terbukti menghasilkan penyanyi/band yang “berkualitas”. selebihnya hanya acara hiburan semata dan hanya menghasilkan juara-juara lewat dukungan SMS terbanyak dari penonton TV. meskipun, Indonesian Idol dan DreamBand juga tidak berbeda dari cara penentuan juaranya (lewat polling sms juga), tetapi kualitas penyanyi/band dari ajang tersebut bisa dipertanggungjawabkan. karena pada dasarnya semua penyanyi/band yang mengikuti ajang Indonesian Idol dan DreamBand adalah musisi yang punya kualitas dan melewati proses audisi yang ketat dan dinilai langsung oleh juri-juri berkualitas yaitu musisi, pengamat musik, dan orang-orang yang berkompeten dibidang musik. Mike Idol, Delon Idol, Kotak Band dan Kapten Band, adalah penyanyi/band alumni ajang-ajang tersebut yang berkualitas.

Kotak Band, adalah salah satunya yang hingga kini tetap produktif menghasilkan karya musik dan masih tetap Beraksi di belantika musik indonesia.

Indie Musik

indieMusik indie di Indonesia, kiprahnya belum sebanding dengan musik pop, rock maupun dangdut. Aktifitas band indie, beberapa tahun lalu masih di bawah tanah. Mereka mengekspresikan musiknya masih ditempat tertentu dan untuk kalangan sendiri. Konon, musik yang dihasilkan indie sangat personel atau gue banget!

Namun kini, musik indie sebagian telah memiliki terobosan baru,khususnya dalam konser dan peredaran albumnya. Sebagian sudah terbuka untuk umum. Ajang yang digelar telah diperhitungkan dan menjadi rebutan perusahaan (sponsor), karena komunitas dan penggemarnya makin menggurita di mana-mana. Tempat acaranya juga tidak tersebunyi seperti sebelumnya tapi kini ditempat-tempat yang umum, seperti juga konser musik pop, rock maupun dangdut. Tempat itu tidak hanya di lapangan terbuka atau gedung pertunjukan tapi kini telah merambah ke hotel berbintang. Sebagai contoh di Surabaya, hotel berbintang empat yang menjadi ajang apresiasi musik indie adalah Garden Palace Hotel (GPH). Setiap Selasa dan hampir dua tahun, hotel di pusat kota ini selalu menggelar musik indie dengan titel Club Tuesday. Awalnya acara digelar pihak hotel dan sebuah radio namun perkembangannya juga melibatkan sponsor. Kelompok yang tampil, ternyata tidak hanya dari Surabaya atau Jawa Timur umumnya tapi juga sering kedatangan grup indie dari luar kota. Ada yang dari Jogjakarta, Bandung bahkan dari Bali juga sempat hadir. Kehadiran mereka ini bukan sebagai bintang tamu atau undangan tapi keiinginan sendiri, sekaligus membentuk jaringan.

Geliat band indie sepertinya terus maju dan mengikuti jenis musik lainnya. Ajang musik indie yang tergolong besar LA Light Indiefest 2006 dan digelar di Surabaya, Jogjakarta, Jakarta dan Bandung jumlahnya pesertanya mencapai 1.450 band. Tema yang diangkat cukup menarik dan gaul, Biar Musik Lu Didenger…! Dari ribuan peserta itu diseleksi dan sepuluh band terbaik berkesempatan rekaman kompilasi. Albumnya diedarkan melalui perusahaan rekaman Fast Forward Records (FFR) dan didistribusikan ke 22 negara melalui iTunes, sejenis perangkat lunak musik yang berfungsi sebagai MP3 Player.

Festival secara besar dan ditempat yang strategis ini, tujuannya untuk mengangkat band indie dan namanya bisa terkenal, seperti band pop atau rock, kata Head of Communication Dept. Independent Network Indonesia, Rella Putra Ir, saat itu di Surabaya. Sebagai penambah wawasan band indie baru, dihadirkan juga bintang tamu, band indie Indonesia yang sudah terkenal namanya, seperti The SIGIT, Goodnight Electric dan band indie dunia Edison dari Swedia. Ada juga Ballads of The Cliche, band Tanah Air yang penggemarnya hingga manca negara. Di antaranya Malaysia, Jepang, Thailand Singapura dan lainnya. Pada Februari 2007, grup ini sempat dua kali konser di Esplanade Outdoor Theatre, Singapura. Februari 2008 ini kabarnya Fox dari Surabaya juga konser di Singapura.

Melanjutkan Indiefest, tahun berikutnya digelar festival dengan tema Urbanfest 2007. Dilaksanakan di Surabaya, Jogjakarta, Jakarta, dan Bandung pada Agustus-September. Pesertanya juga meningkat, menjadi 1.870 band yang berarti atau bisa dikatakan bahwa band indie makin menunjukkan eksistensinya. Jika dibandingkan dengan ajang musik lainnya, sepertinya misalnya A Mild Live (AML) Wanted 2007, tidak jauh berbeda. Saat itu pesertanya 2.300 band. Apalagi dibandingkan dengan ajang musik jazz yang pesertanya minim. Pada 2007, saat salah satu rumah musik mengadakan festival, pesertanya hanya 10 band.

Melihat kondisi ini, band indie sepertinya layak jual dan dilirik pasar musik Indonesia. Tinggal produser yang bisa mengolahnya dan membinanya. Apalagi sebagian band indie juga mulai terbuka pada label mayor. Terbukti, beberapa band indie masuk 12 besar AML Regional Jatim 2008 yang juga didukung dua perusahaan label mayor. Juara I dari ajang tersebut, Blast Band pernah juara III Indie Party 2006. Namun ada sebagian band indie tidak rela karyanya dibuat mayor. Pada ajang musik indie, kriteria penilaiannya untuk lolos ke babak selanjutnya adalah kualitas lagu, orisinalitas lagu, kemampuan personel band dalam bermain musik dan menyanyikan lagu secara langsung (live), gaya penampilan, dan prospek atau potensi band di masa depan.

Dari sekian banyak konser atau festival yang dilakukan, band indie di Indonesia ternyata amat beragam dan corak musiknya sangat variatif. Ini menunjukkan bahwa mereka bebas berekspresi sekaligus dampak dari globalisasi yang amat deras serta didukung teknologi canggih. Band indie, dalam bermusik, sepertinya tanpa hambatan atau tekanan. Apalagi sampai pusing memikirkan supaya kaset atau CD-nya laku di pasaran. Karena mempunyai jaringan tersendiri. Bagi mereka, sepertinya ada ungkapan bahwa musik adalah jiwa bukan untuk dijual.

Sumber; Simphonymusic.com


Digg!

Utopia

Perlahan namun pasti, kiprah grup musik asal bandung Utopia telah berhasil menembus ketatnya persaingan di kancah musik indonesia, dan bisa mensejajarkan diri dengan nama-nama band besar yang telah lebih dulu eksis semisal Cokelat Band. Utopia adalah satu dari sedikit band rock di indonesia yang ber-format vokalis wanita. band seperti ini bukan sebuah hal yang baru di dunia musik, tapi memang jarang. sebut saja band dunia yang telah sukses seperti Evanescence, The Cardigans, atau The Cranberries adalah contoh band sukses yang vokalis-nya wanita. ini merupakan peluang yang masih sangat terbuka lebar untuk band-band yang masih merintis dengan format seperti ini untuk bisa meramaikan dan memberi nuansa yang baru ditengah menjamurnya band-band indonesia dengan vokalis pria tapi lagu-lagu nya terkesan lebih cengeng dan lembek.

Kembali tentang Utopia, mereka tak sekedar hadir untuk berkiprah di industri musik indonesia, tapi mereka mampu membuktikan karakter musik yang mereka bawakan dan tak hanya “mengekor” kesuksesan band Cokelat. karena saat Utopia muncul, band Cokelat sedang berada dipuncak popularitasnya. maka wajar memang jika kemunculan Utopia yang notabene sebuah band rock dengan vokalis wanita (seperti band Cokelat), dianggap hanya grup pendompleng nama besar cokelat.

Utopia adalah band dengan basic bermusik nya adalah rock. dan membahas sekilas tentang musik rock itu sendiri, rock adalah musik yang identik dengan kaum lelaki. keras dan meledak-ledak. karena rock adalah semangat. tapi tidak ada larangan juga yang tidak boleh wanita ikut beekspresi dengan musik rock. karena musik adalah universal. tak memandang usia, gender, ras, dan apapun bentuknya.

Hal ini yang ditunjukan oleh Utopia dan band-band sejenis lainnya. Musik Rock tak sekedar keras, meledak-ledak, dan berisik. tapi rock bisa diekspresikan dengan manis dan indah tanpa meninggalkan spirit/semangat dari musik rock itu sendiri.


Digg!

Peterpan; Sebuah Nama, Sebuah Cerita

Peterpan mengeluarkan album keempat sekaligus album terakhir dengan masih memakai nama Peterpan sebelum akan diganti dengan nama lain.

Menjelang pergantian itu, mereka mengeluarkan album yang berkonsep ” Best of The Best “ dengan judul ” Sebuah Nama, Sebuah Cerita ” yang tidak lain menceritakan tentang sebuah nama (peterpan) dan sebuah cerita ( yaitu menceritakan perjalanan bermusik mereka).

Meski berkonsep The Best of The Best, bukan berarti dalam satu album berisi lagu-lagu Peterpan di album sebelumnya. Peterpan tetap menghadirkan lagu baru karena mereka ingin membuat album ini se-spesial mungkin. Bahkan juga dengan video klipnya.

Setelah album keempat ini, grup band yang beranggotakan Ariel, Uki, Loekman, dan Reza ini akan menggunakan nama baru. Mengganti nama bisa jadi hal berisiko. Namun, peterpan mengaku tak akan terlalu memusingkan risiko perubahan, Perubahan mesti terjadi dan nama besar mereka akan tetap bertahan, tentunya selama masih berdedikasi dan memberikan yang terbaik kepada pecinta musik dengan meningkatkan kualitas bermusik.

Bagaimanapun, sukses terus buat Ariel dkk. semoga tetap eksis di industri musik indonesia. dan semoga dengan format dan nama baru nantinya, bisa semakin menambah warna dalam maraknya industri musik indonesia.

Menurut sebuah ungkapan klasik, “apalah arti sebuah nama”. jika kualitasnya tidak bagus. Petrepan tinggal sejarah. tapi karya nya akan tetap dikenang sepanjang masa, dan mereka (Peterpan), sudah mencapai sebuah “mimpi yang sempurna”.

Terimakasih buat inspirasinya : www.simphonymusic.com

Avenged Sevenfold – Almost Easy

The great rock band this year

Jadi Manajer Band

Jadi anak band emang asik. Bisa dikenal sama cewek-cewek, dipuja-puja pas manggung dan yang terpenting selalu keliatan cool.
Tapi, gimana dong kalo nggak bisa main alat?
Nggak usah bingung. Masih ada kok pekerjaan yang cool di seputar band. Salah satu jadi manajer. Selain dibutuhin sama anak band, posisi ini juga selalu dicari-cari sama fans. Asik, kan?
Nah, buat jadi manajer band yang baik tuh nggak gampang. Kalo berminat jadi manajer band yang seru, silakan baca tulisan ini baik-baik. Biar nggak salah jalan, jack!

Apa Aja Syarat yang Harus Dimiliki?…. Continue reading “Jadi Manajer Band”