Battle of the Bands

The Global Battle Of The Bands (GBOB)
Kompetisi Band yang Buka Peluang Internasional

JAKARTA – Dengan tujuan bisa menembus industri musik internasional, Rinny Noor dari Nepathya Productions mengajak kalangan band Indonesia ikut kompetisi The Global Battle Of The Bands (GBOB).

“Saya terima masukan dari musisi internasional. Kenapa band-band Indonesia yang talented tidak ambil kesempatan emas ini. Dengan harapan bisa menang, dan musik Indonesia bisa dikenal secara internasional,” sambung Rinny di depan wartawan, minggu lalu.
“Banyak band indie Indonesia yang punya peluang, seperti Jaque (Hake) Mate,” ditambahkannya.
Jaque Mate (skak mat), band blues-rock Indonesia yang beranggota tiga bersaudara kandung, diyakini bakal ikut berkompetisi di GBOB 2005. Mereka adalah tiga anak muda berdarah Bugis dan Spanyol, yang terkesan idealis dengan konsep musiknya. Tanpa terkena godaan industri pop, mereka memilih meningkatkan talenta sebagai individu yang cakap dan berkualitas.
Bukti kerja keras dan ambisi Rama Claproth (gitar/vokal), Arya Claproth (kibor), dan Soshua Claproth (dram), ternyata malah dihargai di negeri George Bush dengan album perdana, Tabasco Woman (2001) dengan hasil jual 50.000 kopi.
Kini mereka tengah menyelesaikan album kedua bertajuk Not a New Taste, yang baru rampung sekitar 30 persen, namun tetap akan merilisnya di luar Indonesia dengan berbagai alasan.
Keikutsertaan Jaque Mate sekaligus memperjelas GBOB sebagai kompetisi band terbuka yang tidak menggeneralisasi jenis musik. Nantinya, ada enam kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Medan) yang dijadikan kawasan final lokal, antara Juni hingga pertengahan Oktober. Tahap selanjutnya adalah final secara nasional yang (menurut rencana) berlangsung di gedung Tennis Indoor, Senayan pada 12 November 2005. Acara puncak final dunia, masih akan ditentukan berlangsung di negara mana.
Informasi lebih lanjut mengenai final nasional, rencananya bakal ada kerja sama penyiaran langsung dengan sebuah stasiun televisi swasta. “Masih ada tahap negosiasi, begitu juga dengan major label (Sony-BMG Indonesia?) yang akan merekrut kampiun band asal Indonesia,” ungkap Rinny.
Bagi kalangan band Indonesia yang berminat mendaftarkan diri, silakan melalui alamat situs http://www.gbob.com. Satu-satunya biaya dibebankan kepada calon peserta adalah sebesar 25 dolar AS per anggota band. Biaya pendaftaran dibayarkan melalui satu kartu kredit per satu band, atau mengisi fomulir pendaftaran dan membayar tunai kepada national director untuk Indonesia, atas nama Rinny Noor (Nepathya), Jalan Petogogan 1 No.5, Jakarta.

Membuka Diri
Ada beberapa catatan khusus yang harus diperhatikan bagi band kontestan, yakni tidak boleh menggunakan materi musik dan lagu yang sudah direkam. Semua band peserta diharuskan tampil langsung (live). Dengan begitu, penampilan mereka harus dengan lagu orisinal meski bukan ciptaan sendiri. Artinya, dilarang untuk menyajikan lagu-lagu terkenal.
Ada perbedaan cara dalam penjurian wilayah, berupa hasil akhir adalah nilai pemberian masing-masing 50 persen dari opini penonton dan juri. Akan tetapi sifat penilaian semacam itu belum mutlak disetujui oleh penyelenggara. Yang pasti, nilai suara terbanyak akan ditentukan oleh dewan juri (sekitar 3-7 orang). Di bagian lain, Rinny menyebut kemungkinan suara SMS publik untuk para pemenang favorit. Namun untuk menghindari ketidakdilan, maka pada tahap final nasional dan dunia pemberian suara dari penonton ditiadakan. Hasil akhir adalah sepenuhnya tanggung jawab dewan juri.
Mencapai tahun kedua penyelenggaraannya, GBOB 2005 kini mulai membuka diri kepada band-band Asia. Selain Indonesia, beberapa negara Asia seperti Filipina, Thailand, Korea, Jepang dan Malysia bakal ikut serta. Lengkapnya sekitar 28 negara memastikan ikut GBOB 2005, antara lain juga sejumlah band asal Amerika Selatan, Eropa, Meksiko, Skandinavia, dan Australia.
Kompetisi band dunia GBOB layak terbilang memberikan penawaran peluang yang luar biasa, dengan kemungkinan besar memproduksi album solo yang mendunia alias go international. Lagi pula persoalan pemakaian bahasa lagu tidak harus Inggris, artinya terserah pada kemauan band masing-masing.
GBOB mengajak anak muda Indonesia melupakan impian kompetisi semacam Pop Idol yang artifisial. Mari bergabung dengan GBOB yang beriming-iming hadiah utama sebesar 100.000 dolar AS, berikut penghargaan Best New Band in the World. Pemenang GBOB 2004 di London Astoria adalah Second asal Spanyol, diikuti runner-up Wonderboom (Afrika Selatan) dan Audiocalm (Wales) sebagai Juara III. (SH/john js)

One thought on “Battle of the Bands

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s