Musik, adalah masalah selera

Musik itu masalah selera. jadi kalo kita suka sama lagu-lagu dari seorang penyanyi/band tertentu, ya…nikmati aja. sebaliknya kalo kita nggak suka sama penyanyi/band tersebut, ya jangan didengerin.tapi janagn sampe dihujat habis-habisan band/penyanyi yang nggak kita suka tersebut. apalagi sampe Anti. karena sejelek apapun seorang penyanyi/band, tak semua orang membenci. dan sebagus-bagusnya seorang penyanyi/band, pasti ada yang nggak suka.

Sejujurnya akupun nggak suka sama lagu-lagu dari Kangen Band yang ramai dipergunjingkan hampir semua orang. daripada capek ikut-ikutan membenci mereka dan pastinya nggak bakal ada untungnya, mendingan aku nggak usah dengerin lagu-lagu mereka. kecuali terpaksa dengerin karena tetanggaku yang nggak bosen-bosen nyetel lagu-lagu mereka tiap hari, atau mau nggak mau harus dengerin nada sambung pribadi di HP temen-temenku yang memasang lagu kangen band saat ditelpon. dan aku pun nggak suka sama Band “Plagiat” (Peniru), meskipun secara skill dan kualitas bermusik mereka memang bagus. misalkan Miracle Band yang musiknya Dream Theater abisss… daripada aku tanggung dengerin Dream Theater palsu, mendingan nggak usah didengerin aja.

Trus apa sih alasan kita suka atau nggak suka sama seorang penyanyi/band? penyanyinya atau lagu-lagunya yang dibenci? jawabanya pasti beragam. kalo aku sendiri disebut suka sama penyanyi/band adalah dari musiknya sendiri. masalah penyanyi/band itu gimana fisiknya, performance, atau apapun itu, nggak terlalu masalah. karena yang terpenting dari semua itu adalah karya musik yang mereka ciptakan bisa membuat aku merasa puas dengerinnya. contohnya, apakah orang peduli dibalik dahsyatnya lagu Bohemian Rhapsody dari Queen, ternyata vokalisnya adalah seorang gay (homeosex)? nggak masalah kan…!? yang penting lagu-lagu Queen itu enak didenger. ya sudah.

Terlepas dari semua itu, memang jika seorang penyanyi/band baru yang akan menegeluarkan hits single pertamanya, haruslah benar-benar selektif dalam menentukan lagu andalannya. karena itu adalah salah satu faktor penentu seorang penyanyi/band baru bisa langsung diterima masyarakat. Peterpan, bisa langsung disukai karena single hits pertamanya banyak disukai masyarakat. meskipun single kedua atau ketiganya nggak terlalu bagus, tapi kesan pertama yang ada dibenak masyarakat tentang peterpan adalah lagu-lagunya pasti enak seperti yang pertama. jadi orang seolah nggak terlalu peduli akan hal itu. sebagaimana dulu Dewa 19 meluncurkan single pertamanya yang bejuduk kangen, Gigi dengan Janji, atau Slank dengan Maafkan, itu semua adalah lagu-lagu terkenal yang membuat band-band tersebut langsung mempunyai tempat di hati pecinta musik, dan menjadikan mereka sebagai band-band ternama dan tetap eksis hingga kini.

Jadi, musik itu selera masing-masing orang. bagaimana seseorang itu memandang atau menilai sebuah lagu, belum tentu orang lain akan sama. yang suka kangen band, ya silahkan aja. bagi yang nggak suka, tentu masih banyak band pendatang baru yang tentunya lebih layak untuk didengarkan.

3 thoughts on “Musik, adalah masalah selera

  1. nikenike

    kalo bicara soal musik, pasti akan subjektif.
    selera memang ga bisa dipaksain.
    ada hal yg istimewa ttg musik yg saya dapatkan. selera musik tidak mengenal status sosial ekonomi. tukang sayur di kebayoran bisa jadi memiliki lagu kesayangan yang sama dengan seorang direktur perusahaan ternama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s