Mama-mama show

Kualitas, belakangan. yang penting rame dulu…

Akhir-akhir ini, banyak banget acara-acara sejenis pencarian bakat di tv khususnya ajang pencarian penyanyi atau grup band yang pemenangnya ditentukan perolehan jumlah sms terbanyak. memang ini bukan fenomena baru lagi bagi industri musik indonesia itu sendiri, karena ini sudah berlangsung dalam kurun 5 atau 6 tau yang lalu dimana acara yang pertama menggebrak adalah Akademi Fantasi Indosiar (AFI). disusul kemudaian oleh Indonesian Idol, KDI, Dream Band. dan yang paling baru dan menyebalkan adalah Mama Mia Show di Indosiar. karena perasaan, malah para Mama-nya yang lebih banci tampil ketimbang Anak-nya yang sebenarnya peserta yang dinilai. atau malah host-nya yang over acting comedy…?.

Aku nggak begitu tertarik dengan acara-acara jenis itu (emang siapa suruh nonton…:-)), karena menurutku nggak bermutu untuk ditonton, dan nggak ada pengaruhnya yang bisa  memberikan kontribusi bagi industri musik indonesia pada akhirnya.

Apa yang membuat acara sejenis itu menurutku nggak bermutu?. hanya ada satu hal yang menjadikan acara itu nggak bermutu adalah, yaitu…penentuan pemenang dari ajang itu adalah mutlak 100% untuk peserta dengan jumlah sms terbanyak. trus, ngapain para juri duduk-duduk disitu dan hampir semuanya memberikan pujian pada selruh peserta walaupun nggak sedikit dari mereka suaranya fals. apa mereka dibayar untuk memuji atau menilai sieh…?

Memang, sebagus apapun penyanyi atau grup band yang menentukan sukses atau tidaknya adalah penikmat musik itu sendiri (dalam hal ini adalah kita), karena suka apa nggak sama seorang penyanyi atau grup band itu terserah kita yang menikmatinya. begitupun dengan ajang pencarian bakat tersebut. setiap orang punya idola masing-masing dan berhak memilih idolanya itu dengan mengirim sms sebanyak-banyak nya dengan harapan bisa menjadi juara di acara itu.

Tapi, disinilah kejanggalannya terjadi. karena setiap orang berhak mengirikan sms-nya sebanyak-banyaknya, maka nggak menutup kemungkinan ada salah satu keluarga besar dari peserta itu, mengakomodir biaya untuk membeli pulsa sebanyak-banyaknya (yang pasti keluarga kaya), dan mengirimkan sms-sms itu berapapun biayanya agar wakilnya juara. apakah kualitas yang akan muncul dari sang juara dari ajang tersebut?.  coba cermati, juara AFI 1 adalah Very dari medan. apakah setelah dia juara, menjadi penyanyi yang hebat di indonesia….?. malah kalo mau membandingkan lebih terkenal yang bukan juaranya, misalkan Tika dan Tiwi (T2) yang sama-sama jebolan AFI juga. atau juara-juara dari ajang yang lain. apa para juara dari masing-masing ajang tersebut, berasal dari keluarga yang kaya raya ya…? nggak tau dech…

Maaf kalo membahas hal-hal yang kurang penting dan mungkin nggak bakalan didenger sama pihak-pihak yang mengadakan acara tersebut, tapi ini sebagai bentuk kecintaanku terhadap kemajuan kualitas musik indonesia pada umumnya. karena nggak ada yang bisa dibanggakan dari negara ini selain Musik. kalo mungkin ada olimpiade musik di dunia ini, aku yakin wakil dari indonesia bisa berbicara banyak dan bisa membanggakan. nggak seperti sepak bola indonesia atau bulutangkis yang kian hari kian terpuruk.

2 thoughts on “Mama-mama show

  1. Adi

    Setuju bro, emang kalo mo nyari kualitas dengan polling sms
    ya harus dibatasi 1 nomor hanya boleh vote 1, kayak american idol gitu
    trus waktunya juga dibatasi, jangan seperti sekarang, kesannya nyari duit banget, padahal mereka kan udah dapet sponsor segala ya.

  2. heri

    Setuju boz, begitulah dunia bisnis, apapun jadi bisnis, dan repotnya masyarakat kita seneng jadi objek bisnis. Kadang merasa heran dengan perilaku kebanyakan kita, suka dengan hal-hal yang gak jelas mo dibawa kemana. Yang lebih parah lagi masyarakat kita banyak yang terobsesi untuk jadi selebritis, mulai dari rakyat kecil, sampai politisi. Mungkin sangkaan nya sederhana, dengan dikenal banyak orang bahkan didewakan, akan banyak duit mengalir ke kantongnya kali ya…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s