Potensi Diri

Sebenarnya aku tak perlu lagi ngasih tau bahwa setiap manusia itu tak ada satu pun yang persis sama, baik itu secara fisik, sifat atau yang lainnya. meskipun 2 anak manusia dilahirkan kembar, sepintas pasti terlihat tak ada bedanya. tapi pasti ada perbedaan diantara mereka. aku merasa perlu menyatakan ini karena hal ini yang ingin aku kemukakan sebagai bentuk protes yang tak tau harus kemana untuk mengadu.

Salah satu perbedaan dari setiap manusia salah satunya adalah potensi diri. meskipun secara garis besar ada pengelompokan dari potensi-potensi itu sendiri sesuai dengan apa yang dikerjakan atau yang disenangi. potensi, artian bebasnya bisa jadi adalah bakat, atau malah bisa juga hobi.

Seseorang mungkin akan membutuhkan waktu yang relatif lama untuk menjadikannya mahir atau ahli, jika pekerjaannya saat ini tak ada bakat dalam dirinya. jadi, potensi sesungguhnya yang dia miliki, tidak bisa dikembangkan secara maksimal untuk mencapai sebuah kata sukses. berbeda dengan orang yang menjalani/menekuni pekerjaannya karena didasari hobi dan memang berbakat dengan pekerjaannya, tentu hasilnya akan berbeda. jadi potensi yang dia miliki akan berkembang secara maksimal. dan yang terpenting adalah menikmati (enjoy) dengan pekerjaan itu sendiri.

Sebagai contoh, orang yang berbakat dan punya hobi dengan musik, akan sangat sulit beradaptasi denga pekerjaan di bidang mesin misalnya. tentu akan lain ceritanya bila orang itu bekerja di stasiun radio, karena radio menjadikan musik sebagai ‘produk’ untuk di jual.

Tapi kenyataan yang terjadi di indonesia, sebagian besar dari kita sangat sulit menginginkan pekerjaan yang sesuai dengan potensi diri kita sendiri. karena bekerja tak lebih dari sekedar bertahan hidup. di jaman yang serba susah, orang tak mau menambah beban kesusahan dengan melepas pekerjaannya saat ini untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan potensinya, tapi belum pasti didapatkan. dan diperparah lagi dengan sikap dari perusahaan yang menganggap para pekerjanya tak lebih dari seorang budak. ‘sudah mending bisa diterima kerja disini, kalau anda tidak suka, silahakan mengundurkan diri’…

Solusinya adalah dengan mencoba meniti karir sendiri. karena karir adalah menciptakan lapangan kerja sendiri. mau itu berdagang, membuat kerajinan, atau pun meniti karir menjadi artis,…sah-sah aja kan?!. tapi, masalah yang utama adalah modal (yang pasti duit…) untuk merintis apa yang kita ingin kerjakan. tak bisa dipungkiri untuk hal yang satu ini, karena modal
kemauan saja sebenarnya nggak cukup. tapi kita harus tetap berusaha, karena hanya Tuhan yang menentukan jalan hidup setiap manusia.

Berusaha adalah wajib. tapi kesuksesan bukan merupakan suatu kewajiban. karena kesuksesan itu relatif, tergantung cara kita bersyukur atas nikmat duniawi itu dari Tuhan.
Tetap semangat,…!!!

Silahkan tulis komentar tentang tulisanku ini, dan raih hadiah jalan-jalan ke Eropa untuk siapa aja yang mau ikut. syaratnya; “sekalian beliin aku tiketnya, pulang-pergi”…:-). garing banget ya…? biarin dech, kerupuk juga kalo garing enak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s