ProloGue
Selamat datang di blog Harmonic Noise. ini adalah tempat saya ber-ekspresi, interaksi, dan ingin berbagi tentang segala hal, semoga bisa menjadi sebuah inspirasi.A Mild Live Wanted 2010 (AMLW) akan kembali digelar untuk mencari dan mempersiapkan band-band baru berbakat dalam kancah musik indonesia. Memasuki tahun keempat sejak kehadirannya pada tahun 2007, diharapkan ajang A Mild Live Wanted 2010 akan semakin menjadikan event ini sebagai ajang pencarian bakat yang mampu melahirkan band-band terbaik di indonesia. d’Masiv, Geisha, Domino, Supernova, adalah sederet nama band yang berhasil menembus ketatnya persaingan di industri musik indonesia melalui ajang ini.
Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, saat jumpa pers yang diadakan pada 21 Januari 2010 lalu di fx Lifestyle X’enterJakarta, Untuk tahun ini Wanted Session diadakan di 15 kota besar tanah air, mulai 23 Januari – 11 April 2010 mendatang. Dalam acara ini, panitia sudah mulai menerima CD live demo calon peserta. Wanted Selection dibagi menjadi beberapa tahap yakni CD Submission, CD Selection dan Area Selection, di mana nantinya total akan ada 20 band finalis yang siap melaju ke tahap Wanted Camp. Di Wanted Camp, selama lima hari 20 band finalis akan mendapat teori dan praktek seputar industri musik. Di sini, akan terlihat band mana yang memiliki musikalitas maksimal dan kekuatan band solid.
Siap-siap untuk menjadi terkenal…. kunjungi websitenya untuk registrasi dan info lengkap mengenai A Mild Live Wanted 2010 disini
AKSES berhubungan dengan dunia internasional saat ini sangat mudah dengan internet. Namun, go international tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Bagaimana kiat bisa menembus panggung internasional? Beberapa musikus memberikan solusi dan terangkum dalam beberapa poin di bawah ini.
1. Membuat karya yang orisinal, tidak menyontek band luar negeri.
Maklum, promotor pasti akan mengundang band-band yang mempunyai ciri khas. Bikin karya yang bagus sehingga mampu menarik minat orang untuk menyaksikan aksi yang kita tampilkan. Jangan ikuti kecenderungan musik di Indonesia.
2. Sebaiknya lagu-lagu yang diciptakan menggunakan bahasa Inggris. Minimal ada satu atau dua lagu dipersiapkan dalam bahasa Inggris. Sisanya boleh bahasa Indonesia. Lagu berbahasa Inggris ini diperlukan untuk menjalin komunikasi yang lebih akrab dengan penonton yang tentunya diharapkan adalah orang-orang bule. Kecuali kalau cuma bermain di luar negeri, tetapi hanya di depan TKI (tenaga kerja Indonesia).
3. Rajin mencari link record label. Kini sangatlah mudah untuk mencari berbagai tautan melalui fasilitas internet. Anda bisa mempromosikan band lewat website, My Space, Friendster, mailing list, blog, dan lain-lain. Banyak band Indonesia yang dirilis di luar negeri karena sukses mempromosikan band via media tersebut. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan, sebaiknya pilihlah record label yang segenre dengan musik Anda. Rajin mencari promotor di mancanegara. Jalin komunikasi dengan mereka, melalui internet. Boleh lewat Facebook, Yahoo Messanger, atau lainnya.
4. Coba pula jalin komunikasi dengan media massa di mancanegara. Syukur-syukur ada yang bersedia memprofilkan band Anda sehingga banyak orang di negara bersangkutan mengenal band Anda lebih mendalam. Dengan demikian, mereka diharapkan bakal tertarik untuk datang dalam konser yang Anda gelar.
Jangan pernah terpikir bahwa band yang main di luar negeri itu selalu mendapat fee besar. Kadang-kadang justru band tersebut harus berswadaya untuk mencari dana. Bahkan siap-siap menombok, harus keluar uang dari kocek sendiri. Yang penting tampil di panggung mancanegara dan bisa go international toh.
Setelah band Anda mendapat undangan, jangan lupa mempersiapkan mental dan finansial yang cukup. Teliti segala dokumen agar jangan sampai ada, personel band yang ketinggalan salah satunya, karena kelupaan bawa paspor, misalnya. Atau tertinggal di luar negeri, gara-gara paspornya hilang.
Ada baiknya band Anda memakai asisten untuk mengurus segala administrasi.
Artikel ini diambil dari: Media Indonesia edisi 16 januari 2010
Indie label asal Taiwan, Avant Garde Records, yang sebelumnya merilis album artis-artis internasional seperti Bebel Gilberto, Postal Service, Belle & Sebastian, Camera Obscura pada akhir November silam merilis album debut self-titled White Shoes and The Couples Company di sana. Sebelumnya artis Indonesia lain yang telah dirilis albumnya oleh Avant Garde Records adalah band Indie pop asal Bandung, Mocca.
Khusus untuk rilisan Taiwan ini White Shoes & The Couples Company sengaja menambahkan dua bonus track (“Bersandar” dan “Sabda Alam”) serta mengganti sampul album dengan artwork yang dibuat oleh sang vokalis, Aprilia Apsari.
Sebelum rilis di Taiwan album debut White Shoes and The Couples Company ini sejak 2007 telah beredar di Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia dan Mexico oleh Minty Fresh, sebuah label asal Chicago, AS.
Belakangan White Shoes and The Couples Company tengah sibuk menyelesaikan proses rekaman bagi album penuh kedua mereka yang rencananya akan beredar awal tahun 2010. Album ini kabarnya direkam di tiga studio berbeda di Jakarta dan akan berisi 12 lagu baru.
“White Shoes and The Couples Company tengah menjalani proses aransemen dan rekaman untuk 3 lagu terakhir yang akan dimasukkan ke dalam album terbaru,” tulis rilis pers manajemen yang diterima Rolling Stone.
Album terbaru sekstet pop Indonesia asal IKJ ini hingga kini belum diberi judul dan kabarnya akan menjadi rilisan pertama dari indie label lokal baru bernama Raksasa Records.
Sementara itu dua lagu terbaru White Shoes and The Couples Company, “Tentang Cita” dan “Senja Menggila” ikut masuk menjadi soundtrack bagi sebuah film komedi romantis anak muda urban berjudul Heartbreak.com yang disutradarai oleh Affandi Abdul Rahman.
Source: Rolling Stone Magazine Indonesia
Trinity Optima Production adalah nama sebuah perusahaan rekaman major label indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2005 dan berdomisili di Jakarta. Trinity Optima Production terkenal sebagai perusahaan rekaman yang termasuk baru, namun mampu mengorbitkan band/penyanyi papan atas indonesia seperti Ungu, Rossa, ST 12, dll.
Trinity Optima Production adalah perusahaan rekaman major label dengan peran sebagai artist management. selain memproduksi dan mendistribusikan musik, juga sebagai perusahaan Marketing Plan dan Execution of Plan dari produk- produk yang berkaitan dalam lingkup industri musik.
Trinity Optima Production mampu bersaing dengan Major Label lainnya seperti Musica Studio’s, Sony Music Entertainment, dll, yang terkenal menghasilkan band/penyanyi papan atas indonesia.
Anda sebagai musisi atau orang yang berkepentingan dalam musik, silahkan menghubungi website Trinity Optima Production lebih lanjut di http://www.trinityproduction.com
Seperti kita ketahui, Facebook adalah media sosial dunia yang paling populer di internet saat ini. Demam facebook menyapu hampir semua lapisan masyarakat dari anak-anak hingga orang tua. Menurut beberapa tulisan, pengguna Facebook di seluruh dunia tercatat lebih dari 130 juta orang hingga tulisan ini saya buat. Lebih tinggi dari jaringan sosial di internet yang lebih dulu populer seperti MySpace atau Friendster. bahkan, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, juga menggunakan Facebook sebagai sarana kampanye presiden, selain membuat website sendiri.
Pekerja kreatif (Musisi) di Indonesia banyak kemudian menggunakan teknologi Internet sebagai alternatif dan bahkan sekarang sebagai tren untuk eksplorasi musik. kebanyakan dari mereka berasal dari musisi independent atau indie – yang tidak terikat dengan label rekaman besar (major label). Karena itu mereka menjadi sangat kreatif dalam memaksimalkan keterbatasan yang ada. ini adalah salah satu cara memanfaatkan teknologi untuk promosi, distribusi, dan penjualan karya-karya musik, untuk menjangkau para penggemar/fans/penikmat karya musiknya sebanyak mungkin melalui dunia digital yang tak terbatas.
Memanfaatkan Facebook dengan sebuah halaman (Page) di Facebook, atau menggunakan beberapa aplikasi untuk promosi musik, adalah suatu teknik yang merupakan hal yang harus dicoba. salah satu aplikasi untuk mempromosikan musik melalui facebook adalah My Band. Aplikasi ini merupakan aplikasi pihak ketiga dari ReverbNation (ReverbNation adalah website yang kian populer bagi para pemusik Indie, karena dapat dimanfaatkan untuk promosi, menjalin hubungan dengan fans, untuk menjalin hubungan dengan pemusik di seluruh dunia, sekaligus tempat menual karya musik) dan, masih banyak cara lain untuk mengeksplorasi musik di Facebook.
Facebook sekarang bukan lagi situs hanya untuk sekedar menjalin persahabatan, kencan, atau hubungan (tujuan awal didirikan), tetapi telah menjadi trend baru dan menjadi salah satu “kosakata penting” dalam kehidupan sosial sehari-hari di indonesia. Mulai politisi, selebriti, pengusaha, mahasiswa, anak sekolah, dan ibu rumah tangga di banyak negara di dunia, juga di Indonesia, yang sekarang praktis sebagian waktunya dikuasai Fecebook. jadi, Facebook akan berguna jika digunakan untuk hal-hal positif.

Warteg Boyz
Alkisah seorang musisi yang dikenal dari kancah rock bernama Bongky. Ia sempat bergabung dengan salah satu band dengan pengikut terbesar di Indonesia, Slank. Kemudian ia keluar dari Slank dan membentuk BIP bersama dua ex-Slank, Indra dan Pay.
Ceritane ana musisi rock ngetop sing arane Bongky. Bongky gemiyen nggabung karo band sing penggemare paling akeh nang Indonesia, Slank. Bar kuwe metu, nggawe band dewek sing arane BIP karo kanca-kancane sing mbiyen pada pada nang Slank, Indra karo Pay.
Nama Slank dan BIP tentunya membuat nama Bongky lekat dengan rock. Jadi, ketika mendengar Bongky sedang sibuk dengan proyek musiknya, pasti banyak yang yakin kalau genre-nya adalah rock. Eits, jangan salah. Bongky nggak pernah anti dengan jenis musik apapun. Ini dibuktikan Bongky dengan proyek terbarunya. Hip hop dengan rap ngapak alias dialek khas orang-orang di daerah Tegal, Purwokerto dan sekitarnya.
Aran Slank karo BIP nggawe kabeh wong ngertine Bongky kuwe rocker. Angger kerungu yen Bongky lagi sibuk nyambet gawe proyek music, wong pastine yakin dong alirane mustine rock. Eits, aja slah. Bongky ora tau anti karo aliran musik apa bae. Ndeleng bae proyeke sing paling anyar. Hip hop karo rap ngapak alias logate wong Tegalan karo Banyumasan.
Proyek musik rap ngapak ini dinamakan Warteg Boyz dengan anggota dua pemuda Agooz dan Ari sebagai ngapak rappers a.k.a ‘the ngappers’ dan Bongky sendiri sebagai mas DJ. Single jagoan mereka, ‘Okelah Kalo Begitu’ yang sudah tersebar di jagat internet bercerita tentang nasib seorang pemuda yang sering mengalami kesialan. Namun pemuda ini selalu pasrah dan berkata “Okelah kalo begitu (baca : oqelah qalo beq-gitu).
Proyek musik rap ngapak kie arane Warteg Boyz sing anggotane wong loro, Agooz karo Ari sing dadi ngapak rappers alias ‘the ngappers’, Bongkine dewek dadi mas DJ. Lagu pentolane, ‘Okelah Kalo Begitu’ wis nyebar nang internet. Nang lagu kuwe, nyerita’na nasibe bocah enom sing bolak balik apes bae. Tapine bocah enom kuwe pasrah bae tuli ngomong “Oqelah qalo beg-gitu”.
Kenapa warteg? “Karena sejak dulu gue kayaknya akrab banget sama Tegal. Orang yang kerja di rumah gue asalnya dari Tegal. Jaman sekolah dan kuliah gue selalu makan di warung Tegal. Tukang ojek gue pun ngapak.”, jawab Bongky.
Ganing arane warteg? “Wit gemiyen, inyong perek nemen karo wong Tegal. Sing nyambet gawe nang umah asale sing Tegal. Jamane sekolah karo kuliah ben dina mangane nang warung Tegal. Sing biasa ngeterna inyong numpak montor pit alias tukang ojek bae ngomonge ngapak”, jerene Bongky.
So, gelem ora ngrungokna tembang Warteg Boyz?
Omahé Warteg Boyz : http://www.wartegboyz.co.cc
Kode RBT Telkomsel, Esia, Flexi, 3, Axis: 2211000
Kode RBT Indosat, XL: WARTEG


